Pelaksanaan Kegiatan Kunjungan Silaturahmi Ketua Umum MUI Provinsi Kepulauan Riau beserta Jajaran dalam rangka Penguatan Pembinaan Kerohanian dan Rencana Pembentukan Pesantren bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)

oleh
oleh

Beritabintan.co.id, Bintan (Kepri)- Telah dilaksanakan kunjungan resmi oleh Ketua Umum MUI Provinsi Kepulauan Riau beserta jajaran pengurus ke Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang.

Adapun jajaran MUI Kepri yang hadir meliputi:
Dr. K.H. Bambang Maryono, M.PDi (Ketua Umum);
Drs. Edi Syafrani (Sekretaris Umum);
Dr. Edi Akhyari, M.Si (Bendahara Umum);
Abbas M. Zein, S.Pd, MH (Wakil Sekretaris Umum);
Machmud, S.Sos (Staf Sekretariat); serta
Dr. Pauzi, S.Ag, M.Si (Komisioner Baznas Prov. Kepri).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Bapak Aris Munandar, didampingi oleh Kabagtum, Bapak Achmad Sihabudin, dan Kabid Pelayanan & Pembinaan, Bapak Encup Supriadi.

Rangkaian inti kegiatan meliputi:
Sambutan Kakanwil: Menyampaikan apresiasi atas kunjungan MUI Kepri serta menyatakan dukungan penuh terhadap rencana strategis Kalapas Narkotika Tanjungpinang dalam membangun fasilitas Pesantren di dalam Lapas.

Pihak Kanwil siap memfasilitasi koordinasi demi terwujudnya sarana pendidikan agama tersebut.

Sambutan & Apresiasi Ketua MUI: Bapak Dr. K.H. Bambang Maryono mendukung penuh inisiasi pembentukan pesantren sebagai wadah transformasi mental WBP dan mengapresiasi visi Kalapas dalam memperkuat pembinaan kerohanian.

Ceramah Agama: Ketua MUI memberikan tausiyah kepada WBP mengenai pentingnya sikap Sabar dan Syukur.

Ditekankan agar warga binaan dapat bersyukur atas nikmat kesehatan serta bersabar menghadapi ujian masa pidana, guna menjadi insan yang lebih bermanfaat saat kembali ke masyarakat kelak.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Sekretaris Umum MUI Kepri, Drs. Edi Syafrani.

Terjalinnya sinergi strategis antara Lapas Narkotika Tanjungpinang dengan MUI Provinsi Kepri dan Baznas Kepri dalam penguatan pembinaan kepribadian Islam.

Adanya komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti rencana pembentukan pesantren sebagai instrumen unggulan pembinaan di Lapas.

Meningkatnya motivasi spiritual warga binaan melalui arahan langsung dari tokoh agama wilayah.  (Maman)