Beritabintan.co.id, Balikpapan- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan terus menghadirkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan bermanfaat bagi warga binaan.
Salah satunya melalui kegiatan pelatihan kerajinan tangan makrame bagi warga binaan perempuan bekerja sama dengan Bleu by Astrid, pada Jumat (02/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan perempuan mendapatkan pendampingan langsung dalam membuat gantungan kunci bermotif bunga daisy menggunakan teknik makrame.
Mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar membuat simpul, penyusunan pola, hingga proses penyelesaian produk dilakukan secara bertahap agar peserta dapat memahami setiap tahapan pembuatan kerajinan.
Dengan penuh antusias, para peserta mengikuti setiap arahan dan mempraktikkan teknik yang diberikan.
Benang-benang makrame dirangkai menjadi pola bunga daisy yang menarik dan kemudian diselesaikan menjadi gantungan kunci yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai guna.
Kepala Rutan Balikpapan, Andre Silalahi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Rutan Balikpapan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan kegiatan positif selama berada di Rutan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, dan memperoleh keterampilan yang nantinya dapat menjadi bekal produktif ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama bersama Bleu by Astrid juga menjadi bentuk sinergi dalam menghadirkan pembinaan yang lebih variatif dan aplikatif.
Kerajinan makrame dipilih karena dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki potensi nilai ekonomi, mulai dari gantungan kunci, aksesori, hingga beragam produk dekoratif.
Melalui kegiatan ini, Rutan Balikpapan berharap warga binaan perempuan semakin termotivasi untuk menggali potensi diri, meningkatkan kreativitas, serta membangun rasa percaya diri melalui karya yang dihasilkan.
Pembinaan kemandirian tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Rutan Balikpapan untuk menghadirkan proses Pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan, produktif, dan lebih siap menjalani proses reintegrasi sosial. (Maman)
