Beritabintan.co.id, Lingga (Kepri)- Tim gabungan yang terdiri dari TNI, BPBD, Pemadam Kebakaran, Kepolisian, dan masyarakat setempat bergerak cepat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bukit Langkap SP 1, Kabupaten Lingga.
Aksi tanggap darurat ini berfokus pada area pertanian milik warga guna menghentikan kobaran api agar tidak meluas ke pemukiman dan kawasan hutan sekitar.
Upaya pemadaman di lapangan melibatkan kolaborasi lintas instansi.
Personel gabungan yang terjun langsung meliputi 7 anggota tim pemadam Yonif TP 849/BS, 10 anggota BPBD Kabupaten Lingga, 10 petugas Pemadam Kebakaran, serta 7 personel dari Polsek Daik.
Babinsa Desa Bukit Langkap Sertu Hendri dan jajaran tokoh masyarakat setempat turut mengarahkan proses pemadaman di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lingga, Okta, memimpin langsung koordinasi penanganan darurat ini di lapangan bersama Letda Inf Muammar Facrurrazi.
Keduanya memastikan seluruh personel dan armada penyiram air bekerja secara maksimal di titik-titik api yang masih menyala.
“Kami memfokuskan pemadaman pada titik api di area pertanian warga agar dampak kerugian tidak semakin meluas dan memutus jalur penyebaran api ke area lain,” ujar Okta di lokasi pemadaman.
Para petugas membagikan tugas untuk menyisir area pertanian yang terbakar, memadamkan bara api utama, serta menyiram sisa-sisa sekam guna mencegah timbulnya titik api baru akibat tiupan angin kencang.
Berkat kerja sama intensif dan respons cepat seluruh unsur di lapangan, kobaran api yang sempat mengancam lahan warga berhasil terkendali secara bertahap.
Keterlibatan prajurit TNI dalam aksi tanggap bencana ini menjadi bagian dari komitmen menjaga kondusivitas wilayah.
Letda Inf Muammar Facrurrazi menjelaskan bahwa partisipasi Yonif TP 849/BS merupakan bentuk kepedulian nyata dalam menjamin keamanan, keselamatan, serta ketenteraman masyarakat di Pulau Lingga dari ancaman bencana karhutla.
Ia jyga menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci utama penanganan karhutla dapat berjalan cepat dan efektif sebelum dampak kerugian meluas.
Hingga proses pendinginan selesai, tim gabungan tetap menyiagakan personel di sekitar lokasi untuk memantau potensi munculnya asap atau titik api susulan.
Penulis : Theddy Pasaribu/ Maman






