Beritabintan.co.id, Anambas (Kepri)- Sebuah pemandangan sejuk dan menyentuh hati tersaji di Pelabuhan Berhala Letung, wilayah hukum Polsek Jemaja, Polres Kepulauan Anambas.
Di tengah hilir mudik penumpang dan riuhnya suasana pelabuhan, sebuah aksi spontan yang sarat akan nilai kemanusiaan terekam kamera, memperlihatkan wujud sejati dari seorang pelindung dan pengayom masyarakat, Senin ( 18/05/2026 )
Dalam sebuah momen yang sarat kehangatan, beberapa personel Polsek Jemaja, Polres Kepulauan Anambas, tanpa ragu langsung bergerak sigap saat melihat seorang ibu paruh baya berjalan tertatih saat hendak turun dari kapal. Langkah kaki yang sudah tak lagi kuat serta posisi penyeberangan dari atas kapal menuju pelabuhan menjadi tantangan tersendiri bagi sang ibu untuk melintas.
Melihat kondisi tersebut, dengan penuh kelembutan dan rasa hormat layaknya menjaga orang tua sendiri, para personel Polsek Jemaja bersama petugas gabungan dari TNI AL dan Dinas Perhubungan (Dishub) langsung memegangi tangan dan menjaga langkah demi langkah sang ibu agar dapat menapak di pelabuhan dengan aman dan selamat.
Menanggapi aksi humanis anggotanya di lapangan, Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi mendalam.
Beliau menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat bukan sekadar tentang penegakan hukum, melainkan tentang ketulusan dalam mengabdi.
“Kebaikan itu tidak perlu terlihat atau dipamerkan, tetapi harus selalu nyata dilaksanakan dalam tindakan. Begitu juga dengan kami, seluruh jajaran Polres Kepulauan Anambas akan selalu siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan,” ungkap Kapolres
Kapolres juga menambahkan bahwa seragam yang dikenakan anggotanya adalah amanah untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi setiap warga, terutama mereka yang membutuhkan pertolongan khusus seperti lansia.
Tangan-tangan kokoh para petugas yang memegangi sang ibu di Pelabuhan Berhala Letung hari itu menjadi bukti nyata, bahwa di balik seragam tegas mereka, ada hati yang tulus yang berdenyut bersama kehidupan masyarakat Anambas. Sebuah bakti tanpa pamrih, yang dilakukan sepi dari publikasi, namun dampaknya begitu nyata dirasakan. (Maman)






