Beritabintan.co.id, Tanjungpinang (Kepri)- Rumah Tahanan Negara Kelas I Tanjungpinang menerima kunjungan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, beserta jajaran dalam rangka silaturahmi dan pemetaan potensi ketahanan pangan antar-UPT Pemasyarakatan wilayah Tanjungpinang–Bintan, Jumat (23/10/2026).
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Alanta Imanuel Ketaren, bersama jajaran pejabat struktural.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan sebagai salah satu prioritas nasional, sekaligus menindaklanjuti Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui optimalisasi lahan serta pengembangan kegiatan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan peninjauan sarana dan prasarana serta area pembinaan kemandirian yang dimiliki Rutan Tanjungpinang.
Pemetaan juga dilakukan terhadap potensi komoditas unggulan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga produk olahan makanan yang dapat dikembangkan oleh masing-masing UPT.
Selain peninjauan lapangan, kedua pihak berdiskusi mengenai peluang kerja sama dalam mengintegrasikan potensi pangan antar-UPT.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan bahan makanan internal serta mengoptimalkan pemanfaatan hasil kegiatan kemandirian WBP.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, menyampaikan bahwa kolaborasi antar-UPT menjadi langkah penting dalam mewujudkan kemandirian pangan di lingkungan Pemasyarakatan.
Melalui strategi One UPT – One Potential – One Contribution, setiap UPT diharapkan dapat mengembangkan potensi unggulannya dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Tanjungpinang terus mendukung penguatan sinergi antar-UPT dalam mengembangkan potensi yang dimiliki, sekaligus mendorong pembinaan kemandirian WBP agar lebih produktif dan berdaya guna.
Sebagai tindak lanjut, hasil pemetaan akan menjadi dasar penyusunan basis data potensi masing-masing UPT serta perumusan mekanisme distribusi pangan secara mandiri dan terintegrasi di wilayah Tanjungpinang–Bintan. (Maman)






