Beritabintan.co.id, Bintan (Kepri)- Dalam rangka memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berjalan aman dan kondusif, Polres Bintan menggelar Latihan Pra Operasi Liong Seligi Tahun 2026 dan Tactical Floor Game (TFG) pada Rabu (11/2/2026).
Latihan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Bintan, AKP Rifi Hamdani Sitohang, S.Sos, dan diikuti para pejabat utama serta sekitar 20 personel Polres Bintan.
Dalam arahannya, AKP Rifi selaku Karendalops menegaskan bahwa latihan pra operasi merupakan tahap penting untuk memastikan seluruh personel siap menjalankan Operasi Liong Seligi 2026 yang akan berlangsung selama 12 hari, mulai 13 hingga 24 Februari 2026.
“Operasi ini dilaksanakan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam perayaan Imlek di wilayah hukum Polres Bintan, yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas di tempat ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, serta jalur lalu lintas,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Operasi Liong Seligi 2026 tidak hanya berfokus pada pengamanan kegiatan keagamaan dan pusat keramaian, tetapi juga bertujuan untuk mencegah dan memberantas penyakit masyarakat. Sasaran tersebut meliputi penyalahgunaan narkotika, peredaran minuman keras ilegal, perjudian, prostitusi, premanisme, hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini, perencanaan yang matang, serta koordinasi antar satuan dan Polsek jajaran guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Seluruh personel diminta memahami tugas sesuai Rencana Operasi (Renops) dan mengedepankan langkah preemtif serta preventif, dengan tetap profesional dan humanis dalam penegakan hukum.
Dalam sesi paparan, masing-masing satuan fungsi menyampaikan kesiapan dan strategi yang akan diterapkan. Satresnarkoba akan melakukan penindakan tegas terhadap penyalahgunaan narkotika, razia selektif berdasarkan target operasi, serta pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba.
Sementara itu, Satreskrim akan memfokuskan pengamanan terhadap tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) yang menjadi perhatian khusus, terutama berdasarkan data awal tahun 2026. Sasaran operasi ditetapkan berdasarkan analisa Potensi Gangguan, Ambang Gangguan, hingga Gangguan Nyata dari hasil perkiraan intelijen.
Dari sisi intelijen dan pengamanan wilayah, disampaikan bahwa terdapat 11 vihara/klenteng di Kabupaten Bintan yang menjadi prioritas pengamanan, termasuk pelabuhan, pusat perbelanjaan, tempat wisata, serta titik-titik keramaian lainnya. Pengamanan juga menyasar arus mudik dan balik, aktivitas ekonomi masyarakat, serta antisipasi potensi kemacetan, penyebaran hoaks bernuansa SARA, hingga risiko kebakaran akibat penggunaan lilin dan dupa.
Pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) sebagai bentuk simulasi dan validasi akhir terhadap rencana operasi. Dalam TFG tersebut, dilakukan pemetaan titik prioritas, ploting kekuatan personel, serta simulasi pengamanan ibadah, pengaturan lalu lintas, hingga penanganan situasi darurat seperti kemacetan, gangguan kamtibmas, dan kebakaran.
Secara keseluruhan, kegiatan Latihan Pra Operasi dan Tactical Floor Game berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui persiapan yang matang ini, Polres Bintan berkomitmen menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat, sehingga warga Kabupaten Bintan dapat merayakan Tahun Baru Imlek dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. (Maman)





