Perkuat Kolaborasi Pangan, Lapas Narkotika Tanjungpinang Anjangsana Ke Lapas Kelas IIA Tanjungpinang

oleh
oleh

Beritabintan.co.id, Bintan (Kepri)- Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang melaksanakan kegiatan anjangsana dan silaturahmi ke Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Kamis (29/10/2026).

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka pemetaan potensi ketahanan pangan antar-UPT Pemasyarakatan se-Wilayah Tanjungpinang – Bintan sekaligus bagian dari implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026.

Kedatangan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Bpk. Fauzi Harahap, beserta jajaran disambut hangat secara langsung oleh perwakilan Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, yaitu Kepala Seksi Bimbingan Kerja dan Kepala Subseksi Sarana Kerja.

Kegiatan ini digagas sebagai langkah nyata dalam menindaklanjuti Asta Cita Prioritas Nasional terkait Swasembada Pangan, Poin 8 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang Kemandirian Pangan melalui optimalisasi lahan tidur, serta pemberdayaan hasil kegiatan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pemetaan data dasar potensi komoditas unggulan (One UPT – One Potential) serta kapasitas sarana prasarana yang dimiliki Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.

Rombongan meninjau langsung sejumlah titik area pembinaan kemandirian, meliputi budidaya sayuran seperti kangkung dan sawi serta budidaya ikan air tawar.

Peninjauan dilanjutkan ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang meliputi peternakan ayam petelur dan kebun jagung.

Kedua UPT juga berdiskusi merumuskan skema penyaluran komoditas pangan antar-UPT secara terintegrasi (One Contribution) untuk mendukung pemenuhan BAMA internal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari distributor luar daerah.

Di sela kunjungan, Kalapas menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga binaan yang mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, menyampaikan pentingnya kolaborasi antar-UPT dalam mewujudkan kemandirian pangan Pemasyarakatan.

“Melalui strategi One UPT – One Potential – One Contribution, kita ingin mengintegrasikan seluruh potensi yang ada di tiap Satker.

Selain mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan, langkah ini juga menjadi wadah optimalisasi pembinaan kemandirian WBP, meningkatkan PNBP, serta memberikan premi yang layak bagi warga binaan yang produktif,” tegasnya.

Kegiatan silaturahmi dan pemetaan lapangan ini berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Sebagai tindak lanjut, hasil pemetaan ini akan disusun ke dalam instrumen database potensi UPT, perumusan SOP distribusi mandiri, serta persiapan tahapan piloting kebijakan terintegrasi se-wilayah Tanjungpinang – Bintan.    (Maman)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.