Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Batam Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

oleh
oleh

Beritabintan.co.id, Batam (Kepri)- Lapas Batam bersama jajaran TNI, Polri, dan BNN Kota Batam melaksanakan razia gabungan serta tes urine terhadap warga binaan sebagai langkah preventif dalam meningkatkan deteksi dini dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Lapas Batam.

Kegiatan diawali dengan apel dan koordinasi bersama seluruh unsur yang terlibat, kemudian dilanjutkan dengan razia dan pemeriksaan pada seluruh blok hunian Lapas Batam.

Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada kamar dan area hunian warga binaan dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan, ketertiban, serta pelaksanaan yang humanis dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain razia, dilakukan pula tes urine terhadap warga binaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.

Keterlibatan BNN Kota Batam menjadi bentuk nyata sinergi lintas instansi dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menyampaikan bahwa razia gabungan merupakan langkah konkret untuk memastikan seluruh blok hunian berada dalam kondisi aman dan kondusif.

“Razia ini merupakan bagian dari deteksi dini yang kami lakukan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban.

Dengan dukungan TNI, Polri, dan BNN, kami ingin memastikan seluruh blok hunian Lapas Batam tetap aman, tertib, dan kondusif.

Pengawasan dan langkah preventif akan terus kami lakukan secara konsisten,” ujar Yosafat Rizanto.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Batam, Kombes Pol I Gede Nakti Widhiarta, menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi sangat diperlukan dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.

“Sinergi seperti ini sangat penting untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.

BNN Kota Batam terus mendukung langkah Lapas dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba,” ungkap I Gede Nakti Widhiarta.  (Maman)