Beritabintan.co.id, Tanjungpinang (Kepri)-Fenomena balap liar yang kian mengkhawatirkan di sejumlah titik di Kota Tanjungpinang mendorong aparat kepolisian mengambil langkah proaktif.
Sebagai alternatif yang lebih aman dan terorganisir, Polresta Tanjungpinang menggelar event road race Kapolresta Tanjungpinang Championship 2026 dengan memperebutkan Piala Kapolresta Tanjungpinang.
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si. menjelaskan ajang ini merupakan upaya memberikan ruang positif bagi para pecinta kecepatan, sekaligus meredam aksi balap liar yang membahayakan pengguna jalan lain.
“Melalui event roadrace ini, kami ingin memberikan wadah resmi dan legal bagi para generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka. Tujuannya, agar tidak lagi ada yang balapan liar di jalan umum,” jelasnya.
Kejuaraan yang berlangsung di sirkuit Non-Permanen Dompak, Kel. dompak, Kec. Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, diikuti oleh ratusan pembalap motor dari berbagai kabupaten dan kota di Kepulauan Riau serta perserta dari luar daerah.
Dalam ajang ini, para pembalap akan memperebutkan gelar juara di 13 kelas lomba, yakni.
Bebek 4 Tak s/d 150 CC Mix – Open
Bebek 2 Tak UB 130 CC – Open
Bebek 4 Tak TU 130 CC (Ex MP2) – Open
Bebek 2 Tak STD 125 CC – Open
Bebek 2 Tak 116 CC – Open
Bebek 4 Tak TU 130 CC (Ex MP2) – Pemula
Bebek 2 Tak STD 125 CC – Pemula
Bebek 2 Tak 116 CC – Pemula
Bebek Campuran 2 Tak STD 125 CC & 4 Tak STD 130 CC – Open
Bebek 2 Tak UB 120 CC (Wajib Knalpot Kolong) – Pemula
Bebek Campuran 2 Tak STD 125 CC & 4 Tak STD 130 CC – Lokal Kepri Non Prestasi
Bebek FFA – Open
Bebek 2 Tak STD 125 CC Ex Rider – Open (>35 Tahun)
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kepolisian Resor Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Kota Tanjungpinang, sebagai bagian dari strategi pembinaan bakat muda di bidang otomotif.
“Kami berharap melalui ajang ini akan lahir pembalap-pembalap potensial dari Kota Tanjungpinang yang nantinya bisa bersaing di tingkat nasional,” tambah Kapolresta.
Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H. turut mengapresiasi penyelenggaraan event ini. Ia menilai road race memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari sport tourism yang mampu menarik wisatawan.
“Ajang seperti ini selain mengasah bakat anak muda, juga bisa menggerakkan ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis olahraga otomotif,” ujar Lis.
Lebih lanjut, pemerintah Kota Tanjungpinang tengah mengkaji pembangunan sirkuit permanen yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai cabang olahraga balap motor, termasuk motocross dan road race. (Maman)







