Beritabintan.co.id, Batam (Kepri)- Sedih kali lah hati nengok nasib boru Sitinjak ini!
Air mata keluarga Dewi Sartika Sitinjak (24) belum lagi kering, tapi dada udah sesak menahan amarah yang luar biasa.
Macam mana gak sesak ya kan? Harapan keluarga menengok si Dewi ini sembuh setelah operasi ambeien ringan, malah berujung maut! Setelah 12 hari koma tak sadarkan diri di ruang ICU RS Awal Bros Botania, Batam Center, anak gadis yang baik dan periang ini akhirnya meninggal dunia hari Senin ini, 10 Agustus 2026 jam setengah dua siang.
Hancur berkeping-keping hati bapak-mamaknya, habis air mata kakak-adiknya meratapi kepergian si Dewi yang tak wajar ini! Ini bukan lagi musibah namanya, tapi dugaan malpraktik fatal yang kelakuannya udah macam mencabut nyawa orang secara paksa! Tak bisa dibiarkan ini, RS Awal Bros harus tanggung jawab!
Makanya keluarga langsung pasang badan melaporkan kejadian biadab ini ke Polresta Barelang.
Kuasa hukum keluarga, Jenris Sihombing, membongkar kronologi yang bikin darah kita mendidih.
Coba kalian bayangkan dulu, hari Selasa malam (28/7/2026), dua jam setelah operasi, si Dewi ini masih sehat walafiat, ceria kali dia, bahkan sempat video call-an sama keluarganya ketawa-ketawa.
Tapi apa yang terjadi setelah itu?
Datang petugas medis masuk ke kamar rawat inapnya.
Tanpa ada cek ini-itu, langsung dihantamkan tiga jenis suntikan obat ke tubuh si Dewi! Katanya obat pereda nyeri dan penahan darah.”Pas suntikan kedua masuk, si Dewi udah menjerit kesakitan! Dadanya sesak, dicengkeramnya tangan orang yang jaga dia di situ,” kata Jenris dengan nada geram.
Tapi apa? Dengan teganya, petugas medis itu tetap melanjutkan suntikan ketiga seolah-olah jeritan si Dewi itu cuma angin lalu, terus pergi begitu aja meninggalkan ruangan!
Tak sampai 30 menit setelah suntikan jahanam itu, si Dewi langsung kejang-kejang hebat, napasnya berhenti, matanya terbalik, dan langsung drop total sampai harus dilarikan ke ICU! Organ vitalnyaโjantung, hati, sama ginjalnyaโhancur dalam sekejap!
๐๐น๐ถ๐ฏ๐ถ ๐ฅ๐๐บ๐ฎ๐ต ๐ฆ๐ฎ๐ธ๐ถ๐ ๐๐ถ๐ธ๐ถ๐ป ๐ ๐๐ฎ๐ธ: “๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ผ๐ฑ๐ผ๐ต-๐๐ผ๐ฑ๐ผ๐ต๐ถ ๐๐ฎ๐บ๐ถ!”
Paling bikin emosi lagi, pihak manajemen RS Awal Bros dengan entengnya berkilah kalau si Dewi ini kena “alergi obat”.Bah! Alasan macam apa itu? Mau membodoh-bodohi keluarga? Seumur hidupnya, dari kecil sampai umur 24 tahun, si Dewi ini tak pernah punya riwayat alergi obat apa pun! Kenapa setelah disuntik tiga kali berturut-turut oleh petugas kalian, dia langsung sekarat? Obat apa sebenarnya yang kalian masukkan ke dalam tubuh boru Sitinjak itu?!Selama belasan hari keluarga luntang-lantung menangis di depan pintu ICU, pihak rumah sakit terkesan main kucing-kucingan, menutup-nutupi fakta, dan tak ada niat baik memberikan penjelasan yang masuk akal. Main-main kalian sama nyawa manusia!
Keluarga sudah bulat suara, mereka tidak akan mundur selangkah pun. “Karena terlalu banyak kejanggalan dan kami mencium bau-bau busuk di kasus ini, jenazah almarhumah Dewi langsung kami bawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi!” tegas Jenris.
Biar dibedah sekalian, biar nampak semua kebenaran secara ilmiah, jadi tak bisa lagi pihak rumah sakit bersilat lidah!Lewat laporan resmi nomor 504/VIII/2026/Satreskrim di Polresta Barelang, keluarga menuntut keadilan yang seadil-adilnya.ย ย (Maman)





