Beritabintan.co.id, Anambas (Kepri)- Upaya membangun generasi muda yang aman, cerdas, dan berkarakter terus dilakukan Polres Kepulauan Anambas. Pada Senin (31/08/2026), jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Kepulauan Anambas menggelar kegiatan Polwan Goes to School di SMP Negeri 1 Siantan.
Mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan dialog bagi para pelajar mengenai sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan anak dan remaja, mulai dari kekerasan seksual terhadap anak, perundungan (bullying), penggunaan gawai, pemanfaatan media sosial, hingga bahaya narkoba.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu diisi oleh personel Polwan Polres Kepulauan Anambas, yakni AKP Feibe Telly Poluan, S.Kep., M.M., Brigpol Sinta Rianti, S.H., dan Bripda Amanda Nurul Putri.
Dalam sosialisasi tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali bentuk-bentuk kekerasan dan perundungan serta berani mengambil sikap apabila mengalami atau mengetahui tindakan yang dapat membahayakan diri maupun orang lain.
Edukasi juga diarahkan pada penggunaan teknologi secara bijak. Para pelajar diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif di media sosial serta mampu menggunakan gawai sebagai sarana yang memberikan manfaat bagi pendidikan dan pengembangan diri.
Selain itu, bahaya narkoba turut menjadi perhatian. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjauhi narkoba dan membangun lingkungan pertemanan yang sehat agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan zat terlarang.
Kegiatan Polwan Goes to School tidak hanya menjadi agenda sosialisasi, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran Polri di tengah lingkungan pendidikan. Pendekatan edukatif tersebut diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih dekat antara polisi dengan pelajar.
Melalui kegiatan ini, Polwan Polres Kepulauan Anambas mendorong para siswa untuk menjadi generasi yang berani berkata tidak terhadap kekerasan, perundungan, narkoba, maupun penyalahgunaan media sosial.
Sebab, menciptakan lingkungan sekolah yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab guru dan aparat penegak hukum. Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, termasuk para pelajar untuk saling menjaga dan menghargai.
Dari sekolah, pesan keselamatan ditanamkan. Dari generasi muda, masa depan yang lebih baik diharapkan tumbuh. (Maman)
