Beritabintan.co.id, Anambas (Kepri)- Sinergi Polisi bersama masyarakat, Polri, dan Tim SAR Gabungan berhasil menjemput Bachtiar (61), seorang nelayan asal Kabupaten Kepulauan Anambas yang sempat hilang kontak di perairan Batu Bulu–Pulau Serak, Kecamatan Jemaja, Kepulauan Anambas.
Nelayan asal Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, tersebut berhasil dijemput dalam keadaan selamat pada Sabtu (17/10/2026), setelah dilakukan koordinasi dengan otoritas maritim Malaysia.
Setibanya di Jemaja, Bachtiar dibawa ke RSUD Jemaja untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diantar kembali ke kediamannya dan diserahkan kepada keluarga. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menangani situasi darurat di wilayah perairan perbatasan.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Misbachul Munir, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan, instansi terkait, otoritas maritim Malaysia, serta masyarakat nelayan yang telah berperan dalam proses penjemputan tersebut.
Menurut Kapolres, keberhasilan ini tidak terlepas dari komunikasi, koordinasi, dan kerja sama seluruh pihak yang bergerak bersama untuk memastikan Bachtiar dapat kembali ke keluarganya dengan selamat.
Ia menilai, kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan Kepulauan Anambas.
Operasi penjemputan dipimpin Koordinator Pos SAR Anambas, Dwiyanto Bima Satria Yudhianto, dengan melibatkan personel Satpolairud Polres Kepulauan Anambas, Bhabinkamtibmas Desa Genting Pulur Polsek Jemaja, Basarnas, BPBD Tarempa, Lanal Tarempa, RSOP Tarempa, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan apel kesiapan personel. Pada pukul 07.30 WIB, Tim SAR Gabungan bergerak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Tarempa menuju titik pertemuan atau rendezvous (RV) di koordinat N 02°54.411′ E 104°51.233′.
Titik tersebut telah disepakati bersama Maritim Rescue Sub-Center Kuantan sebagai lokasi penyerahan nelayan beserta kapalnya. Setelah menempuh perjalanan laut, tim tiba sekitar pukul 12.30 WIB dan menerima penyerahan Bachtiar beserta kapal nelayan jenis pompong dari pihak maritim Malaysia.
Pada pukul 13.00 WIB, tim bergerak kembali menuju Jemaja dan tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Bachtiar kemudian dibawa ke RSUD Jemaja untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang selesai pada pukul 16.20 WIB. Selanjutnya, ia diantar ke kediamannya dan diserahkan kepada keluarga pada pukul 16.45 WIB.
Bachtiar diketahui menggunakan kapal nelayan jenis pompong berwarna hijau keabu-abuan, dengan panjang sekitar 25 kaki dan lebar 6 kaki. Kapal tersebut menggunakan mesin PS 130 serta dilengkapi perangkat komunikasi radio.
Keberhasilan penjemputan ini turut didukung koordinasi dengan Dinas Pengelolaan Perbatasan Provinsi Kepulauan Riau, Staf Teknis Kepolisian Negara Republik Indonesia pada KJRI Johor Bahru, serta HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 17.10 WIB. Bachtiar beserta kapalnya berhasil dipulangkan dalam keadaan selamat, sementara operasi pencarian dan penyelamatan resmi ditutup.
Kapolres Kepulauan Anambas juga mengimbau para nelayan agar memperhatikan kondisi cuaca, memastikan kesiapan kapal dan mesin, serta membawa alat komunikasi yang berfungsi baik sebelum melaut. Persiapan tersebut penting untuk mendukung kelancaran aktivitas di laut dan mempermudah koordinasi apabila terjadi keadaan darurat.
Keberhasilan operasi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri, Tim SAR Gabungan, instansi terkait, otoritas maritim Malaysia, dan masyarakat dalam menangani keadaan darurat di wilayah perairan perbatasan.
Bagi Bachtiar dan keluarganya, keberhasilan penjemputan tersebut menjadi akhir dari penantian yang mencemaskan, sekaligus menunjukkan bahwa koordinasi dan kepedulian bersama memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali ke rumah dengan selamat. (Maman)
