Beritabintan.co.id, Curup- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup melaksanakan Assessment Instrumen Kelayakan dan Penempatan Rehabilitasi dan Re-Edukasi bagi narapidana pengguna NAPZA berbasis ketahanan pangan, Rabu (7/10). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Curup ini dilaksanakan bersama Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu dan Asesor Lapas Kelas IIA Curup.
Assessment dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan pembinaan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi, kebutuhan, serta tingkat risiko narapidana pengguna NAPZA. Proses ini sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kelayakan dan penempatan narapidana pada program rehabilitasi dan re-edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, Asesor Lapas Kelas IIA Curup bersama PK Bapas Kelas I Bengkulu melakukan penggalian informasi melalui wawancara, verifikasi data, serta pengisian instrumen assessment terhadap narapidana yang menjadi sasaran kegiatan. Hasil assessment tersebut nantinya akan diolah dan dievaluasi sebagai bahan rekomendasi dalam menentukan peserta yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program.
Program rehabilitasi dan re-edukasi berbasis ketahanan pangan tidak hanya diarahkan pada upaya pemulihan dari permasalahan penyalahgunaan NAPZA, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemandirian narapidana melalui kegiatan pembinaan yang produktif di bidang ketahanan pangan.
Kalapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, menyampaikan bahwa pelaksanaan assessment menjadi bagian penting dalam memastikan program pembinaan diberikan secara tepat sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing narapidana.
“Assessment ini menjadi dasar dalam menentukan bentuk pembinaan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Kami berharap program rehabilitasi dan re-edukasi nantinya dapat memberikan manfaat bagi narapidana, baik dalam proses pemulihan maupun dalam membangun keterampilan dan kemandirian sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Untung.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui pelaksanaan assessment ini, Lapas Kelas IIA Curup bersama Bapas Kelas I Bengkulu terus memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan rehabilitasi, re-edukasi, pembinaan, hingga proses reintegrasi sosial narapidana secara terarah dan berkelanjutan. (Maman)






