LANGKAH NYATA DUKUNG KETAHANAN PANGAN, KAKANWIL LEPAS BIBIT AYAM DI PETERNAKAN LAPAS NARKOTIKA TANJUNGPINANG

oleh
oleh

Beritabintan.co.id, Bintan (Kepri)- Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Pelepasan Bibit Ayam di Peternakan Lantang, Rabu (12/8/2026) mulai pukul 14.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bidang peternakan unggas.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Riau, Aris Munandar, didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Ditjenpas Kepri, Encup Supriyadi, dan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, beserta jajaran.

Pelepasan bibit ayam dilakukan secara simbolis oleh Kakanwil Ditjenpas Kepri, mewakili keseluruhan populasi ayam di Peternakan Lantang yang berjumlah 591 ekor, terdiri dari ayam pedaging, ayam petelur, dan ayam kampung.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Kepri menyampaikan apresiasi atas keberadaan program peternakan ini dan berharap dapat terus dikembangkan sebagai bekal keterampilan produktif bagi WBP.

Ia menegaskan bahwa program ini menjadi wujud nyata dukungan Pemasyarakatan terhadap Asta Cita Presiden dan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan.

“Program seperti ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan program peternakan ini secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen mengoptimalkan program peternakan ini agar memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pembinaan keterampilan warga binaan maupun mendukung kemandirian pangan Lapas,” ujarnya.

Program peternakan ayam di Peternakan Lantang diharapkan dapat terus berkembang dan mendukung kebutuhan konsumsi internal Lapas, sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi program produktif yang berkelanjutan. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib dari awal hingga akhir.   (Maman)