Beritabintan.co.id, Bintan (Kepri)- “Mahasiswa RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) Teknik Sipil UNILAK Hadir di Desa Ekang Aculai: Sosialisasi, Edukasi, dan Kerja Aksi Wujud Pengabdian Nyata”
Mahasiswa RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru dari Program Studi Teknik Sipil resmi melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ekang Aculai, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.
Desa yang dikenal dengan Ekang Mangrove Park itu menjadi lokasi pengabdian 20 mahasiswa, dipimpin oleh ketua kelompok Nurcholis, S.Sos., di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Ir. Fitridawati Soehardi, S.T., M.T., Mahasiswa resmi diserahkan langsung kepada kepala desa Zaili Adi, pada Sabtu, 8 Oktober 2025 di kantor desa setempat.
Investigasi Bangunan Masjid Menjadi Program Kerja Awal
Program kerja perdana dilaksanakan pada 15 November 2025, yaitu investigasi struktur masjid yang pembangunannya belum selesai dan baru mencapai tahap kolom. Observasi teknis mencakup:
- Pemeriksaan struktur yang telah terbangun
- Dokumentasi dan pengukuran teknis
- Identifikasi kebutuhan kelanjutan proyek
- Evaluasi potensi perbaikan dan efisiensi desain.
Mahasiswa KKN selanjutnya akan menyusun gambar kerja lengkap, beserta Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai dokumen teknis utama untuk mendukung kelanjutan pembangunan masjid secara terarah.
Sosialisasi Gambar Kerja dan K3: Mendapat Tanggapan Terbesar dari Peserta
Kegiatan sosialisasi dan edukasi pada 21 November 2025 menjadi agenda yang paling banyak menyita perhatian warga. Materi difokuskan pada literasi gambar kerja dan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) konstruksi, Lebih dari 30 peserta, terdiri dari para tukang, warga desa, dan perangkat desa, hadir dalam kegiatan ini. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif, dipenuhi diskusi teknis, tanya jawab, dan demonstrasi langsung.
- Pentingnya Gambar Kerja dan Cara Membacanya
Materi ini mendapat antusiasme tertinggi. Disampikan langsung oleh mahasiswa Dedi Kurniawan, Yuslan, dan Bintang Kusuma, Mahasiswa memberikan edukasi terkait pekerjaan Jalan semenisasi beton bertulang, bangunan gedung sederhana, banguan tahan gempa sederhana, saluran drainase, dll; yang mencangkup:
- Fungsi gambar kerja sebagai pedoman konstruksi,
- Cara membaca notasi teknik, simbol, dan potongan gambar,
- Interpretasi skala
- Hubungan gambar dengan perhitungan volume dan spesifikasi
- Serta Contoh kasus kesalahan konstruksi akibat ketidaktepatan membaca gambar dan penggunaan bahan material.
Peserta aktif bertanya, terutama para tukang bangunan yang selama ini bekerja tanpa panduan teknis. Diskusi berkembang dari teknik dasar hingga contoh teknis perhitungan material bangunan
- Edukasi K3 Dengan Simulasi Langsung dan Dorprize APD untuk Peserta
Dalam rangka meningkatkan keselamatan kerja dan memastikan materi dapat digunakan kembali, mahasiswa KKN UNILAK membagikan hard copy materi K3 kepada seluruh peserta.
Materi K3 disampaikan oleh mahasiswa Muhammad Masrizal dan Hera Wikan Catur Wicaksono, pokok materi menekankan:
- Identifikasi bahaya kerja
- APD wajib dalam pekerjaan konstruksi
- Standar keselamatan kerja sederhana namun efektif
- Cara pemakaian APD yang benar
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pekerja konstruksi desa, mahasiswa KKN juga memberikan doorprize berupa perlengkapan APD, meliputi:
- Sepatu boots kerja
- Sarung tangan
- Kacamata kerja
- Helm proyek
- Rompi keselamatan
Selain doorprize umum, terdapat 1 set APD lengkap yang diberikan khusus kepada peserta yang mengikuti simulasi penggunaan APD secara penuh. Hal ini mendapat apresiasi besar dari para tukang, dengan diskusi aktif selama pelaksanaan sosialisasi berlangsung.
Ketua kelompok KKN, Nurcholis, S.Sos., menyampaikan bahwa seluruh program yang dijalankan bertujuan mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dan membantu program desa, khususnya mereka yang bekerja di sektor konstruksi.
“Kami berupaya agar program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi manfaat langsung bagi warga. Sosialiasi, Edukasi, Investigasi dan penyusunan dokumen teknis pembangunan masjid merupakan langkah nyata kami untuk mendorong pembangunan desa yang lebih aman dan terencana,” ujarnya.
Kepala Desa Ekang Anculai, Zaili Adi, menyampaikan rasa sukur dan terima kasih atas kontribusi mahasiswa.
“Mahasiswa KKN tidak hanya mengabdi, tetapi membawa kompetensi akademik untuk memperkuat pembangunan desa. Sosialisasi dan Edukasi teknis seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal khusus bidang konstruksi,” ujarnya.
Kegiatan KKN Unilak di Desa Ekang Aculai tidak hanya membawa manfaat edukatif, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam meningkatkan kualitas pembangunan serta keselamatan kerja Konstruksi.
Program KKN Kepri Unilak di Desa Ekang Anculai akan terus berlanjut dengan pendampingan teknis dan evaluasi lapangan hingga masa pengabdian selesai pada akhir desember 2025. (Maman)
