Lapas Cipinang Petakan Kebutuhan dan Potensi Warga Binaan, Setiap Kesalahan Masih Menyisakan Kesempatan

oleh
oleh

Beritabintan.co.id, Cipinang- Lapas Kelas I Cipinang melaksanakan asesmen terhadap 17 narapidana pengguna narkotika yang menjadi calon peserta program rehabilitasi berbasis ketahanan pangan.

Di dalam proses asesmen, yang digali bukan hanya tentang perkara dan riwayat penggunaan NAPZA. Lebih jauh, setiap warga binaan diajak melihat kembali perjalanan hidupnya, memahami kebutuhan dan risikonya, sekaligus menemukan potensi yang masih dapat dikembangkan.

Di balik setiap berkas asesmen, ada manusia dengan cerita yang berbeda. Ada kesalahan yang pernah dilakukan, ada keluarga yang dirindukan, ada penyesalan yang mungkin belum selesai, dan ada harapan untuk suatu hari kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Pelaksanaan asesmen turut diperkuat melalui sinergi Bapas Jakarta Timur-Utara, bersama asesor, petugas Lapas, dan tenaga kesehatan. Hasil asesmen menjadi dasar untuk menentukan program pembinaan dan rehabilitasi yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing warga binaan.

Program rehabilitasi berbasis ketahanan pangan diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk memperbaiki diri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, bekerja, membangun kemandirian, dan menemukan kembali rasa percaya diri.

Sebab, masa lalu tidak dapat diubah. Tetapi langkah setelahnya masih bisa diperjuangkan.

Kenali kebutuhannya. Pahami perjalanannya. Tumbuhkan potensinya. Beri kesempatan untuk berubah.    (Maman)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.